Friday, August 29, 2008

Sex Yang Lebih Manis

Menurut Anda, mana yang lebih nikmat, sex yang legal (dalam pernikahan) atau sex secara sembunyi-sembunyi (selingkuh, poligami, dsb)? Kalau jawaban Anda yang secara tidak legal lebih manis, berarti Anda jujur. Ini juga yang dikatakan Amsal, 9:17 "Air dari sumur orang lain lebih manis rasanya dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lebih nikmat!"

Dalam dua bulan ini saya menghadiri pemakaman tiga orang, tetapi yang terakhir ini paling menyedihkan. Mati karena AIDS, mati dengan menanggung rasa malu. Saya tahu dia tidak menggunakan narkoba, karena dia hobi olah raga. Dan dia meninggal karena menikmati yang lebih manis itu. Amsal juga bicara, 5:3 "Karena bibir seorang pelacur semanis madu, dan cumbu rayu adalah senjatanya."

Tapi biasanya mereka melupakan yang ini, 5:4 "tetapi kemudian ia menjadi pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang bermata dua."

Dan akhirnya dibawa ke mana? 5:5 "Ia (pelacur) membawa engkau kepada maut dan neraka."

Menurut saya, menikmati yang terlalu manis tidak baik. Harga yang dibayar tidak sebanding dengan kenikmatan sesaat. Seperti tuntunan Amsal, tujukan dan arahkan gairahmu hanya pada seseorang, yaitu istrimu sendiri. 5:18-19 "Biarlah kejantananmu menjadi berkat; bersukacitalah atas istri masa mudamu."
Selamat bersukacita! (OBS)