Selama bertahun-tahun saya pelajari kitab Amsal, ada bagian yang sukar sekali untuk dimengerti. "Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan,
maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan."
Di sini ada rumput, tunas muda, rumput gunung, domba, kambing, ladang, pelayan yang sepertinya menjadi fokus dari ayat ini. Ternyata ini adalah jalan menuju kemakmuran yang ditaruh secara tersembunyi oleh Salomo. Ini adalah cara untuk memulai suatu usaha. Mari kita bahas satu persatu:
1. rumput menghilang, tunas muda nampak, rumput gunung dikumpulkan.
Ini berbicara mengenai Trend. Trend di dunia ini seperti rumput, dia akan kelihatan segar sewaktu muncul dan akan segera mengering ditelan waktu. Mengapa harus mengambil rumput gunung? Saya ingat sewaktu pertama kali muncul pisang goreng Pontia, saya harus antri untuk membeli pisang goreng - yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sewaktu meledak, semua orang akan ikut hanyut dalam arus pisang goreng, tetapi jika ini bukan bidang kita, berarti belum saat-nya kita turun gunung. Terus siapkan rumput gunung yang akan kita buat trend di saat yang tepat.
Waktu trend mulai mengering, maka akan ada tunas muda / trend yang muncul. Saat kita mulai melihat trend yang mulai bergerak, segera keluarkan rumput-rumput gunung yang telah kita persiapkan sebelumnya. Sewaktu trend membuka TK & Playgroup di lokasi kami, saya lihat tunas mulai muncul, yaitu pembukaan cluster-cluster baru di lokasi kami yang laris manis. Keluarga muda pasti akan punya anak-anak kecil. Segera kami cari lokasi strategis untuk memulai sekolah kami. Perlu diketahui bahwa rumput gunung kami telah disiapkan jauh sebelum kami tinggal di lokasi sekarang. Jadi ketika trend mulai muncul, kami telah siap dan segera bertindak.
2. domba-domba muda & kambing-kambing jantan
Dari rumput gunung menghasilkan domba-domba muda dan dari domba-domba tersebut, setelah mereka menjadi dewasa, menghasilkan susu dan woll, yang dijual untuk membeli kambing jantan. Kambing-kambing jantan yang dewasa juga menghasilkan susu yang bisa dijual dan kambing ini bisa untuk membeli ladang.
Dari penjelasan di atas, saya rasa Saudara dapat mengerti apa yang saya maksudkan. Sewaktu trend terjadi dan keuntungan melimpah ruah, inilah saatnya untuk menabur di bidang yang lain. Dengan modal yang didapat, tanamkan sebagian besar ke dalam usaha yang pasti menguntungkan, dan gunakan hanya sebagian kecil untuk keperluan hidup (makanan & pakaian). Jangan beli rumah dulu (ingat pembahasan kembangkan dulu usahamu baru dirikan rumahmu).
Inilah efek bola salju dalam investasi. Semua orang yang berhasil dalam masalah keuangan menggunakan prinsip ini. Tabur sebanyak-banyaknya, untuk dapat menuai sebanyak-banyaknya. Lupakan prinsip ilmu ekonomi yang mengajarkan bahwa dengan menggunakan modal sekecil-kecilnya untuk meraup untung sebesar-besarnya. Tabur seberapa besar yang bisa kita tabur. Maka kita akan menuai lebih besar daripada orang yang menabur biasa-biasa saja.
Lihat bahwa selalu mulai invest pada sesuatu yang pasti untung, dalam jaman Salomo adalah domba dan kambing, dalam jaman kita bisa berarti properti dan perdagangan. Bisnis properti, pasti menguntungkan asal lokasi-nya bagus dan surat-surat lengkap. Dan ini resiko-nya sangat kecil, walaupun memang perputarannya agak lambat. Satu lagi bidang yang tidak pernah rugi adalah perdagangan. Tapi ingat prinsip 'keuntungan yang didapat harus ditanamkan kembali' dan 'hanya sebagian kecil yang diambil untuk makan'.
Dalam masalah dagang, saya belajar dari Papa, sebagai pedagang sejati, hampir tidak pernah membeli barang mewah dalam hidupnya. Motor vespa yang terakhir dia jual berumur lebih dari 15 tahun. 'Barang mewah' yang dia punya adalah televisi 29" yang dia beli beberapa tahun lalu untuk menggantikan TV yang sudah rusak karena umur. Selalu keuntungannya dimasukkan kembali menjadi modal. Tokonya dimulai dari satu los kecil dan sekarang dia memiliki 7 los dan 2 gudang.
Kemudian yang terakhir kita akan bahas yaitu:
3. pelayan
Kita lihat bahwa pelayan ditampilkan paling akhir. Mengapa? Karena untuk memulai usaha sendiri, kita harus terjun langsung. Kita yang harus berpikir dan bergerak dalam menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dan juga penggunaan pelayan/pegawai dalam awal-awal masa perintisan akan mengurangi keuntungan yang kita dapatkan dan ini berakibat kurangnya penghasilan yang dapat kita tanamkan kembali menjadi modal.
Pegawai yang baik sukar dicari, dan memang sewaktu usaha kita semakin membesar (ingat efek bola salju), maka kite perlu mempekerjakan orang lain. Kita sebagai pengusaha yang menentukan arah usaha kita, dan pegawai kita yang menjalankannya hari demi hari.
Sewaktu berdiskusi dengan teman saya yang punya bisnis kosmetik, dia menyatakan bahwa yang paling susah adalah cari lokasi dan modal usaha, tetapi saya membantah bahwa yang paling sukar adalah mencari orang kepercayaan, yang ke dalam tangan-nya kita percayakan maju atau tidak-nya usaha kita. Dan sewaktu dia buka toko, dia terpaksa mempekerjakan mama mertuanya karena tidak berhasil mendapatkan karyawan yang baik.
Saya rasa ide mengenai pelayan saya cukupkan sampai di sini. Kita akan bahas lebih dalam lagi dalam topik mengenai "Pelayan - Cuka bagi Gigi dan Asap bagi Mata".
Selamat bergabung dalam Klub Amsal.(OBS)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment