Cuka tidak baik bagi gigi, karena gigi terbuat dari kalsium dan kalsium akan larut dalam asam. Kita merasa ngilu ketika makan mangga muda karena asam dalam mangga berusaha mengoyak gigi. Asap tidak digunakan untuk mencuci mata, reaksi normal mata ketika terkena asap adalah mengeluarkan air mata. Kita ingat ada gas air mata, gas yang merangsang keluarnya air mata yang biasa digunakan untuk membuat pendemo tidak nyaman dan meninggalkan demonstrasinya.
Tetapi Amsal 10:26 menyatakan "Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya." Kecenderungan hati manusia adalah berbuat yang tidak baik. Hukum Quantum ke-2 menyatakan bahwa apa pun yang diam dan tidak melawan daya tarik pengrusakan akan menuju kehancuran. Dengan kata lain, semua makhluk berjalan dalam eskalator yang bergerak turun menuju titik kerusakan, hanya usaha secara sadar untuk bergerak ke depan yang dapat mengatasi hal tersebut.
Hubungan pekerja dan majikan adalah hubungan yang unik. Bukan hubungan seperti orang tua dan anaknya, bukan juga hubungan seperti budak dan tuannya. Hubungan dimulai ketika seseorang membutuhkan tenaga dan keahlian dari orang yang lain dan orang ini setuju untuk mendapat upah sebesar yang dijanjikan yang mempekerjakannya. Nah, di saat setelah ini bagaimana cara untuk tidak menjadi cuka dan asap?
Pertama: Buang Kemalasan ganti dengan Kerajinan. Amsal 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. Ingat hukum Quantum tadi, dengan bermalas-malas kita sudah jadi saudara (teman sehati dan sejiwa) dari si perusak yang akan membuat kita rusak juga. Sedangkan di Amsal 12:27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. Orang rajin yang mendapatkan harta yang berharga, sesuatu yang diburu oleh orang malas.
Kedua: Cakap dalam pekerjaan. Dalam Amsal 22:29 mengatakan,"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina." Cakap adalah keahlian yang sudah sangat terlatih dalam bidang yang dipercayakan kepadanya. Kecakapan harus dilatih dan dikembangkan, ingat sesuatu yang tidak diasah, akan tumpul. Dalam kitabnya yang lain Salomo menyatakan, "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat." Diperlukan energi dan fokus yang besar untuk menjadi cakap atau seorang ahli. (Baca posting sebelumnya Mastery in Life).
Ketiga: Ini untuk majikan, Amsal 29:21 Apabila seorang pelayan dimanjakan sejak kecil, maka akhirnya ia akan ingin diperlakukan sebagai anak. Pelayan yang dimanjakan akan minta perlakuan seperti anak kita. Pelayan adalah pelayan, bukan anak. Perlakukan mereka seperti pekerja untuk kita, bukan sebagai anak. Ide positifnya adalah dengan memperlakukan seorang pekerja sebagai pekerja, mereka akan terpacu untuk berprestasi dan menjadi maju dalam bidangnya. Berikan target yang masuk akal, bonus untuk setiap apa yang dia capai melebihi target yang kita tetapkan.
Terakhir untuk majikan dan pelayan: Amsal 21:1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Untuk pekerja, memiliki kepekaan untuk mengetahui ke mana arah yang akan dituju oleh tuannya. Sedangkan untuk majikan, memiliki kepekaan mengenai pekerja yang mana yang layak untuk dialirkan promosi atau bonus. Ini akan menciptakan aliran yang seirama antara pekerja dan tuannya. Dan kesatuan ini akan membuat kita dapat melakukan segala sesuatu dengan hasil yang memuaskan. Kejadian 11:6 Tuhan berfirman, "Lihatlah! Jika sekarang ini, pada waktu mereka baru mulai memanfaatkan persatuan bahasa dan bangsa, mereka sudah sanggup menyelesaikan semua ini, bayangkan apa yang akan dilakukan mereka kemudian hari. Segala apa pun dapat mereka capai! (OBS).
Wednesday, June 25, 2008
KENYATAAN - KEBIJAKSANAAN - MASTERY IN LIFE
Hidup dalam kenyataan, hidup dalam kebijaksanaan atau dengan kata lain mastery in life. Dalam training mengenai mastery in life (menjadi ahli dalam kehidupan), saya diajar bagaimana hidup pada saat ini dengan kata lain terhubung dengan keadaan saat ini. Untuk mendapatkan 100% kekuatan dalam hidup ini, kita harus berada tepat di mana kita ada saat ini.
Pencuri terbesar dalam kekuatan hidup manusia adalah kekuatiran akan masa depan dan rasa bersalah dan penyesalan terhadap masa lalu. Dalam sesi konseling, saya sering mendengar seorang yang berumur di atas 30 tahun masih mengatakan bahwa hidupnya tidak sukses karena masa kecilnya tidak bahagia ada yang menyalahkan orang tuanya yang tidak mampu menyekolahkan dia sampai sarjana. Mereka hidup di masa lalu, dan energi untuk hidup di saat ini dihabiskan untuk menyesali masa lalu yang sudah tidak dapat diubah lagi. Dan anehnya ada juga yang tidak berani melangkah menuju perubahan di masa depan karena kuatir terhadap masa itu.
Dalam Amsal 1:22 mengatakan "Berapa lama lagi kamu akan mencemoohkan kebijaksanaan dan melawan kenyataan?" Dengan kata lain, sewaktu kita hidup dalam bayang-bayang masa lalu dan ketakutan akan masa depan, kita mencemooh kebijaksanaan bahkan melawan kenyataan. Untuk memperoleh yang terbaik dalam hidup kita harus menggunakan 100% energi kita untuk melakukan hal-hal yang produktif. Caranya adalah dengan fokus melakukan satu hal dalam satu satuan waktu sehingga didapat hasil secara efektif dan efisien.
Salah satu buku mengajarkan mengenai Power of Hour, maksudnya tiap satuan jam digunakan secara optimal. Ide ini seperti dalam Alkitab yaitu "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Mazmur 90:12. Satu jam yang digunakan optimal lebih berharga daripada satu harian tetapi pikiran kita ditarik ke masa lalu atau masa yang akan datang. (OBS)
Pencuri terbesar dalam kekuatan hidup manusia adalah kekuatiran akan masa depan dan rasa bersalah dan penyesalan terhadap masa lalu. Dalam sesi konseling, saya sering mendengar seorang yang berumur di atas 30 tahun masih mengatakan bahwa hidupnya tidak sukses karena masa kecilnya tidak bahagia ada yang menyalahkan orang tuanya yang tidak mampu menyekolahkan dia sampai sarjana. Mereka hidup di masa lalu, dan energi untuk hidup di saat ini dihabiskan untuk menyesali masa lalu yang sudah tidak dapat diubah lagi. Dan anehnya ada juga yang tidak berani melangkah menuju perubahan di masa depan karena kuatir terhadap masa itu.
Dalam Amsal 1:22 mengatakan "Berapa lama lagi kamu akan mencemoohkan kebijaksanaan dan melawan kenyataan?" Dengan kata lain, sewaktu kita hidup dalam bayang-bayang masa lalu dan ketakutan akan masa depan, kita mencemooh kebijaksanaan bahkan melawan kenyataan. Untuk memperoleh yang terbaik dalam hidup kita harus menggunakan 100% energi kita untuk melakukan hal-hal yang produktif. Caranya adalah dengan fokus melakukan satu hal dalam satu satuan waktu sehingga didapat hasil secara efektif dan efisien.
Salah satu buku mengajarkan mengenai Power of Hour, maksudnya tiap satuan jam digunakan secara optimal. Ide ini seperti dalam Alkitab yaitu "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Mazmur 90:12. Satu jam yang digunakan optimal lebih berharga daripada satu harian tetapi pikiran kita ditarik ke masa lalu atau masa yang akan datang. (OBS)
Bagaimana memulai suatu usaha? Rumput Gunung!
Selama bertahun-tahun saya pelajari kitab Amsal, ada bagian yang sukar sekali untuk dimengerti. "Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan,
maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan."
Di sini ada rumput, tunas muda, rumput gunung, domba, kambing, ladang, pelayan yang sepertinya menjadi fokus dari ayat ini. Ternyata ini adalah jalan menuju kemakmuran yang ditaruh secara tersembunyi oleh Salomo. Ini adalah cara untuk memulai suatu usaha. Mari kita bahas satu persatu:
1. rumput menghilang, tunas muda nampak, rumput gunung dikumpulkan.
Ini berbicara mengenai Trend. Trend di dunia ini seperti rumput, dia akan kelihatan segar sewaktu muncul dan akan segera mengering ditelan waktu. Mengapa harus mengambil rumput gunung? Saya ingat sewaktu pertama kali muncul pisang goreng Pontia, saya harus antri untuk membeli pisang goreng - yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sewaktu meledak, semua orang akan ikut hanyut dalam arus pisang goreng, tetapi jika ini bukan bidang kita, berarti belum saat-nya kita turun gunung. Terus siapkan rumput gunung yang akan kita buat trend di saat yang tepat.
Waktu trend mulai mengering, maka akan ada tunas muda / trend yang muncul. Saat kita mulai melihat trend yang mulai bergerak, segera keluarkan rumput-rumput gunung yang telah kita persiapkan sebelumnya. Sewaktu trend membuka TK & Playgroup di lokasi kami, saya lihat tunas mulai muncul, yaitu pembukaan cluster-cluster baru di lokasi kami yang laris manis. Keluarga muda pasti akan punya anak-anak kecil. Segera kami cari lokasi strategis untuk memulai sekolah kami. Perlu diketahui bahwa rumput gunung kami telah disiapkan jauh sebelum kami tinggal di lokasi sekarang. Jadi ketika trend mulai muncul, kami telah siap dan segera bertindak.
2. domba-domba muda & kambing-kambing jantan
Dari rumput gunung menghasilkan domba-domba muda dan dari domba-domba tersebut, setelah mereka menjadi dewasa, menghasilkan susu dan woll, yang dijual untuk membeli kambing jantan. Kambing-kambing jantan yang dewasa juga menghasilkan susu yang bisa dijual dan kambing ini bisa untuk membeli ladang.
Dari penjelasan di atas, saya rasa Saudara dapat mengerti apa yang saya maksudkan. Sewaktu trend terjadi dan keuntungan melimpah ruah, inilah saatnya untuk menabur di bidang yang lain. Dengan modal yang didapat, tanamkan sebagian besar ke dalam usaha yang pasti menguntungkan, dan gunakan hanya sebagian kecil untuk keperluan hidup (makanan & pakaian). Jangan beli rumah dulu (ingat pembahasan kembangkan dulu usahamu baru dirikan rumahmu).
Inilah efek bola salju dalam investasi. Semua orang yang berhasil dalam masalah keuangan menggunakan prinsip ini. Tabur sebanyak-banyaknya, untuk dapat menuai sebanyak-banyaknya. Lupakan prinsip ilmu ekonomi yang mengajarkan bahwa dengan menggunakan modal sekecil-kecilnya untuk meraup untung sebesar-besarnya. Tabur seberapa besar yang bisa kita tabur. Maka kita akan menuai lebih besar daripada orang yang menabur biasa-biasa saja.
Lihat bahwa selalu mulai invest pada sesuatu yang pasti untung, dalam jaman Salomo adalah domba dan kambing, dalam jaman kita bisa berarti properti dan perdagangan. Bisnis properti, pasti menguntungkan asal lokasi-nya bagus dan surat-surat lengkap. Dan ini resiko-nya sangat kecil, walaupun memang perputarannya agak lambat. Satu lagi bidang yang tidak pernah rugi adalah perdagangan. Tapi ingat prinsip 'keuntungan yang didapat harus ditanamkan kembali' dan 'hanya sebagian kecil yang diambil untuk makan'.
Dalam masalah dagang, saya belajar dari Papa, sebagai pedagang sejati, hampir tidak pernah membeli barang mewah dalam hidupnya. Motor vespa yang terakhir dia jual berumur lebih dari 15 tahun. 'Barang mewah' yang dia punya adalah televisi 29" yang dia beli beberapa tahun lalu untuk menggantikan TV yang sudah rusak karena umur. Selalu keuntungannya dimasukkan kembali menjadi modal. Tokonya dimulai dari satu los kecil dan sekarang dia memiliki 7 los dan 2 gudang.
Kemudian yang terakhir kita akan bahas yaitu:
3. pelayan
Kita lihat bahwa pelayan ditampilkan paling akhir. Mengapa? Karena untuk memulai usaha sendiri, kita harus terjun langsung. Kita yang harus berpikir dan bergerak dalam menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dan juga penggunaan pelayan/pegawai dalam awal-awal masa perintisan akan mengurangi keuntungan yang kita dapatkan dan ini berakibat kurangnya penghasilan yang dapat kita tanamkan kembali menjadi modal.
Pegawai yang baik sukar dicari, dan memang sewaktu usaha kita semakin membesar (ingat efek bola salju), maka kite perlu mempekerjakan orang lain. Kita sebagai pengusaha yang menentukan arah usaha kita, dan pegawai kita yang menjalankannya hari demi hari.
Sewaktu berdiskusi dengan teman saya yang punya bisnis kosmetik, dia menyatakan bahwa yang paling susah adalah cari lokasi dan modal usaha, tetapi saya membantah bahwa yang paling sukar adalah mencari orang kepercayaan, yang ke dalam tangan-nya kita percayakan maju atau tidak-nya usaha kita. Dan sewaktu dia buka toko, dia terpaksa mempekerjakan mama mertuanya karena tidak berhasil mendapatkan karyawan yang baik.
Saya rasa ide mengenai pelayan saya cukupkan sampai di sini. Kita akan bahas lebih dalam lagi dalam topik mengenai "Pelayan - Cuka bagi Gigi dan Asap bagi Mata".
Selamat bergabung dalam Klub Amsal.(OBS)
maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan."
Di sini ada rumput, tunas muda, rumput gunung, domba, kambing, ladang, pelayan yang sepertinya menjadi fokus dari ayat ini. Ternyata ini adalah jalan menuju kemakmuran yang ditaruh secara tersembunyi oleh Salomo. Ini adalah cara untuk memulai suatu usaha. Mari kita bahas satu persatu:
1. rumput menghilang, tunas muda nampak, rumput gunung dikumpulkan.
Ini berbicara mengenai Trend. Trend di dunia ini seperti rumput, dia akan kelihatan segar sewaktu muncul dan akan segera mengering ditelan waktu. Mengapa harus mengambil rumput gunung? Saya ingat sewaktu pertama kali muncul pisang goreng Pontia, saya harus antri untuk membeli pisang goreng - yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sewaktu meledak, semua orang akan ikut hanyut dalam arus pisang goreng, tetapi jika ini bukan bidang kita, berarti belum saat-nya kita turun gunung. Terus siapkan rumput gunung yang akan kita buat trend di saat yang tepat.
Waktu trend mulai mengering, maka akan ada tunas muda / trend yang muncul. Saat kita mulai melihat trend yang mulai bergerak, segera keluarkan rumput-rumput gunung yang telah kita persiapkan sebelumnya. Sewaktu trend membuka TK & Playgroup di lokasi kami, saya lihat tunas mulai muncul, yaitu pembukaan cluster-cluster baru di lokasi kami yang laris manis. Keluarga muda pasti akan punya anak-anak kecil. Segera kami cari lokasi strategis untuk memulai sekolah kami. Perlu diketahui bahwa rumput gunung kami telah disiapkan jauh sebelum kami tinggal di lokasi sekarang. Jadi ketika trend mulai muncul, kami telah siap dan segera bertindak.
2. domba-domba muda & kambing-kambing jantan
Dari rumput gunung menghasilkan domba-domba muda dan dari domba-domba tersebut, setelah mereka menjadi dewasa, menghasilkan susu dan woll, yang dijual untuk membeli kambing jantan. Kambing-kambing jantan yang dewasa juga menghasilkan susu yang bisa dijual dan kambing ini bisa untuk membeli ladang.
Dari penjelasan di atas, saya rasa Saudara dapat mengerti apa yang saya maksudkan. Sewaktu trend terjadi dan keuntungan melimpah ruah, inilah saatnya untuk menabur di bidang yang lain. Dengan modal yang didapat, tanamkan sebagian besar ke dalam usaha yang pasti menguntungkan, dan gunakan hanya sebagian kecil untuk keperluan hidup (makanan & pakaian). Jangan beli rumah dulu (ingat pembahasan kembangkan dulu usahamu baru dirikan rumahmu).
Inilah efek bola salju dalam investasi. Semua orang yang berhasil dalam masalah keuangan menggunakan prinsip ini. Tabur sebanyak-banyaknya, untuk dapat menuai sebanyak-banyaknya. Lupakan prinsip ilmu ekonomi yang mengajarkan bahwa dengan menggunakan modal sekecil-kecilnya untuk meraup untung sebesar-besarnya. Tabur seberapa besar yang bisa kita tabur. Maka kita akan menuai lebih besar daripada orang yang menabur biasa-biasa saja.
Lihat bahwa selalu mulai invest pada sesuatu yang pasti untung, dalam jaman Salomo adalah domba dan kambing, dalam jaman kita bisa berarti properti dan perdagangan. Bisnis properti, pasti menguntungkan asal lokasi-nya bagus dan surat-surat lengkap. Dan ini resiko-nya sangat kecil, walaupun memang perputarannya agak lambat. Satu lagi bidang yang tidak pernah rugi adalah perdagangan. Tapi ingat prinsip 'keuntungan yang didapat harus ditanamkan kembali' dan 'hanya sebagian kecil yang diambil untuk makan'.
Dalam masalah dagang, saya belajar dari Papa, sebagai pedagang sejati, hampir tidak pernah membeli barang mewah dalam hidupnya. Motor vespa yang terakhir dia jual berumur lebih dari 15 tahun. 'Barang mewah' yang dia punya adalah televisi 29" yang dia beli beberapa tahun lalu untuk menggantikan TV yang sudah rusak karena umur. Selalu keuntungannya dimasukkan kembali menjadi modal. Tokonya dimulai dari satu los kecil dan sekarang dia memiliki 7 los dan 2 gudang.
Kemudian yang terakhir kita akan bahas yaitu:
3. pelayan
Kita lihat bahwa pelayan ditampilkan paling akhir. Mengapa? Karena untuk memulai usaha sendiri, kita harus terjun langsung. Kita yang harus berpikir dan bergerak dalam menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dan juga penggunaan pelayan/pegawai dalam awal-awal masa perintisan akan mengurangi keuntungan yang kita dapatkan dan ini berakibat kurangnya penghasilan yang dapat kita tanamkan kembali menjadi modal.
Pegawai yang baik sukar dicari, dan memang sewaktu usaha kita semakin membesar (ingat efek bola salju), maka kite perlu mempekerjakan orang lain. Kita sebagai pengusaha yang menentukan arah usaha kita, dan pegawai kita yang menjalankannya hari demi hari.
Sewaktu berdiskusi dengan teman saya yang punya bisnis kosmetik, dia menyatakan bahwa yang paling susah adalah cari lokasi dan modal usaha, tetapi saya membantah bahwa yang paling sukar adalah mencari orang kepercayaan, yang ke dalam tangan-nya kita percayakan maju atau tidak-nya usaha kita. Dan sewaktu dia buka toko, dia terpaksa mempekerjakan mama mertuanya karena tidak berhasil mendapatkan karyawan yang baik.
Saya rasa ide mengenai pelayan saya cukupkan sampai di sini. Kita akan bahas lebih dalam lagi dalam topik mengenai "Pelayan - Cuka bagi Gigi dan Asap bagi Mata".
Selamat bergabung dalam Klub Amsal.(OBS)
Tuesday, June 17, 2008
Beli Rumah atau Memulai Usaha Dulu?
Pertanyaan yang sering timbul dalam hati dan kadang tidak bisa diungkapkan adalah mengenai "beli rumah atau memulai usaha?"
Ternyata di kitab Amsal, ada penjelasan mengenai masalah ini:
24:27 Kembangkanlah dahulu usahamu sebelum engkau membangun rumah.
Sayangnya saya belajar cukup mahal mengenai hal ini.
Di mulai di tahun 1997, setelah cukup mapan, saya beli rumah di daerah Tangerang.
Dan di tahun 1998, terjadi krisis moneter dan bank yang menjamin dilikuidasi.
Akhirnya saya kehilangan rumah tersebut.
Padahal waktu itu teman saya bekerja di bank swasta yang lain, dan dia menawarkan untuk investasi di dolar Amerika. (Bayangkan total uang saya sewaktu dolar menjadi 15 ribu dari 2 ribu)
Tuhan menjelaskan Kembangkan dahulu usahamu, bukan kembangkan dulu rumahmu.
Akhirnya saya menikah dengan tidak punya rumah alias kontraktor (ngontrak rumah).
Tetapi sejak itu, saya belajar untuk mengembangkan usaha saya.
Apakah yang perlu dikembangkan pertama kali sebelum memulai usaha?
Kembangkan diri sendiri.... Kembangkan kekuatan Anda.
Ada 5 kekuatan yang saya pelajari sebelum memulai usaha:
1. Kekuatan Posisi
2. Kekuatan Pengetahuan
3. Kekuatan Tugas
4. Kekuatan Hubungan
5. Kekuatan Kepribadian
Untuk kekuatan pengetahuan, saya ambil kursus bahasa Inggris, karena saya merasa kekurangan saya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Untuk hal yang lain, kebanyakan saya pelajari dalam berorganisasi dalam gereja. (seperti Leadership Training dari John Maxwell, etc).
Akhirnya saya berhasil masuk ke perusahaan asing yang terdaftar dalam Fortune 500.
Cerita di atas mengenai usaha/bekerja di kantor, sedangkan usaha yang kami mulai di rumah adalah usaha kecil-kecilan, istriku memulai bisnis kosmetik di rumahan dengan membuka kios di emperan Indomaret dan Omi. Ini untuk melatih kemampuannya berbisnis.
Setelah berhasil dan memang waktu itu kami harus pindah rumah, kami berikan usaha itu ke pembantu kami.
Kemudian di rumah yang baru, kami memulai KB dan TK Happy Holy Kids di Graha Raya.
Oke sampai di sini dulu, silahkan join KlubAmsal@yahoogroups.com.
Ternyata di kitab Amsal, ada penjelasan mengenai masalah ini:
24:27 Kembangkanlah dahulu usahamu sebelum engkau membangun rumah.
Sayangnya saya belajar cukup mahal mengenai hal ini.
Di mulai di tahun 1997, setelah cukup mapan, saya beli rumah di daerah Tangerang.
Dan di tahun 1998, terjadi krisis moneter dan bank yang menjamin dilikuidasi.
Akhirnya saya kehilangan rumah tersebut.
Padahal waktu itu teman saya bekerja di bank swasta yang lain, dan dia menawarkan untuk investasi di dolar Amerika. (Bayangkan total uang saya sewaktu dolar menjadi 15 ribu dari 2 ribu)
Tuhan menjelaskan Kembangkan dahulu usahamu, bukan kembangkan dulu rumahmu.
Akhirnya saya menikah dengan tidak punya rumah alias kontraktor (ngontrak rumah).
Tetapi sejak itu, saya belajar untuk mengembangkan usaha saya.
Apakah yang perlu dikembangkan pertama kali sebelum memulai usaha?
Kembangkan diri sendiri.... Kembangkan kekuatan Anda.
Ada 5 kekuatan yang saya pelajari sebelum memulai usaha:
1. Kekuatan Posisi
2. Kekuatan Pengetahuan
3. Kekuatan Tugas
4. Kekuatan Hubungan
5. Kekuatan Kepribadian
Untuk kekuatan pengetahuan, saya ambil kursus bahasa Inggris, karena saya merasa kekurangan saya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Untuk hal yang lain, kebanyakan saya pelajari dalam berorganisasi dalam gereja. (seperti Leadership Training dari John Maxwell, etc).
Akhirnya saya berhasil masuk ke perusahaan asing yang terdaftar dalam Fortune 500.
Cerita di atas mengenai usaha/bekerja di kantor, sedangkan usaha yang kami mulai di rumah adalah usaha kecil-kecilan, istriku memulai bisnis kosmetik di rumahan dengan membuka kios di emperan Indomaret dan Omi. Ini untuk melatih kemampuannya berbisnis.
Setelah berhasil dan memang waktu itu kami harus pindah rumah, kami berikan usaha itu ke pembantu kami.
Kemudian di rumah yang baru, kami memulai KB dan TK Happy Holy Kids di Graha Raya.
Oke sampai di sini dulu, silahkan join KlubAmsal@yahoogroups.com.
Friday, June 6, 2008
Jika Engkau Harus Memilih.......
Hidup adalah pilihan. Jika engkau harus memilih... Pilihlah nama baik daripada kekayaan yang besar.
Pendeta dari Taiwan menyatakan keheranannya kepada temanku yang bekerja di Taiwan, "Kamu menyerahkan ATM-mu ke Budi?", ATM yang dibicarakan adalah seluruh hasil kerjanya di sana. "Kamu percayakan semua uangmu ke dia?"
Temanku menjawab,"Bagi dia, uang segitu tidak sebanding dengan nama baik yang dia punya."
Pilihlah nama baik daripada kekayaan yang besar, sayangnya kecenderungan hati manusia adalah memilih kekayaan yang besar daripada nama baik.
Hidup dengan hikmat adalah lebih memilih nama baik.
Dalam suatu pertemuan di mana saya menjadi pembicara, saya tantang untuk memilih antara panjang umur, kekayaan, atau kesehatan.
Ada yang memilih panjang umur,saya timpali, tetapi hidup dalam kemiskinan dan sakit-sakitan.
Pilih kekayaan, tetapi umurnya hanya sampai kepala tiga? Jadi apa yang harus dipilih.
Pilihlah NAMA BAIK, dan ketiga hal itu akan datang secara otomatis.
Kalau Anda telah memilih nama baik tetapi belum memperoleh semuanya, mari kita diskusikan ini dalam KlubAmsal@yahoogroups.com.
Saya ingat sewaktu umur 17 tahun, saya kenal dengan kitab Amsal ini dan sejak itu, saya jatuh cinta dengan kitab ini, tiap-tiap hari saya baca kitab sesuai dengan tanggal hari itu (Amsal ada 31 pasal). Memang pertama memulainya, saya merasa belum memperoleh semua yang dijanjikan itu, tetapi setelah semakin mendalaminya, ternyata ada banyak tips dan trik yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kitab ini yang perlu digunakan untuk memperoleh hasilnya.
Jadi, saya tunggu Anda di Klub Amsal.

Click to join KlubAmsal
Pendeta dari Taiwan menyatakan keheranannya kepada temanku yang bekerja di Taiwan, "Kamu menyerahkan ATM-mu ke Budi?", ATM yang dibicarakan adalah seluruh hasil kerjanya di sana. "Kamu percayakan semua uangmu ke dia?"
Temanku menjawab,"Bagi dia, uang segitu tidak sebanding dengan nama baik yang dia punya."
Pilihlah nama baik daripada kekayaan yang besar, sayangnya kecenderungan hati manusia adalah memilih kekayaan yang besar daripada nama baik.
Hidup dengan hikmat adalah lebih memilih nama baik.
Dalam suatu pertemuan di mana saya menjadi pembicara, saya tantang untuk memilih antara panjang umur, kekayaan, atau kesehatan.
Ada yang memilih panjang umur,saya timpali, tetapi hidup dalam kemiskinan dan sakit-sakitan.
Pilih kekayaan, tetapi umurnya hanya sampai kepala tiga? Jadi apa yang harus dipilih.
Pilihlah NAMA BAIK, dan ketiga hal itu akan datang secara otomatis.
Kalau Anda telah memilih nama baik tetapi belum memperoleh semuanya, mari kita diskusikan ini dalam KlubAmsal@yahoogroups.com.
Saya ingat sewaktu umur 17 tahun, saya kenal dengan kitab Amsal ini dan sejak itu, saya jatuh cinta dengan kitab ini, tiap-tiap hari saya baca kitab sesuai dengan tanggal hari itu (Amsal ada 31 pasal). Memang pertama memulainya, saya merasa belum memperoleh semua yang dijanjikan itu, tetapi setelah semakin mendalaminya, ternyata ada banyak tips dan trik yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kitab ini yang perlu digunakan untuk memperoleh hasilnya.
Jadi, saya tunggu Anda di Klub Amsal.
Click to join KlubAmsal
Subscribe to:
Posts (Atom)
