Sedih mendengar berpulangnya Ibunda dari Yabes, seorang anak pendeta di Wonorejo, desa kediaman istri saya. Saya mengenal orang tuanya sewaktu mengikuti Youth Camp di Beji, Malang. Kebetulan dia adalah gembala dari mama mertua saya dan waktu itu dia menjadi pembimbing kelompok kami. Beberapa tahun lalu Yabes ditinggal pergi ayahnya dan minggu ini dia kehilangan ibunya.
Nama Yabes adalah nama yang ’berat’. Orang tua cenderung akan menamai anaknya dengan hal-hal yang baik dan berisi harapan-harapan orang tuanya yang tercermin dalam arti nama anak itu. Anak kami, ” Jericho Jordan” berasal dari kata Jericho yang berarti ’berbau harum mewangi” dan Jordan yang berarti ”rendah hati”, jadi arti namanya ialah, ”Seorang yang memiliki karakter yang harum dan memiliki kerendahan hati.” Tapi tidak demikian dengan nama ”Yabes”. Yabes artinya ”Kesakitan”. Bayangkan, ”Apakah kesakitan dan penderitaan yang harus dialami seumur hidupnya .....?” Apakah ini takdir? Apakah ini tidak dapat ditolak?
Sebelum pertanyaan itu dijawab, kita pindah ke seorang pembicara yang Jumat lalu berbicara dalam pertemuan kami. ”Pacarnya” hamil oleh laki-laki lain dan sekarang pacarnya itu sedang di penjara karena terlibat kasus narkoba. Dengan menggelegar dia berkata,”Saya akan tunjukkan kepada Media (harusnya Art & Entertainment –red) bahwa ada pengampunan dalam Tuhan.....” Ooops..... apakah ini perlu dipertunjukkan?
Seorang murid saya pernah bertanya sama seperti di atas,” Jika pacar saya hamil dari pria lain, apakah saya terima dia kembali?” Saya jawab dengan Amsal, ”Orang yang mendapat seorang istri mendapat sesuatu yang baik. Istri adalah berkat yang diberikan TUHAN kepadanya.” Sebagai seorang Ayah, saya akan memberikan hadiah/berkat yang terbaik untuk anak saya, apalagi Tuhan, dia akan memberikan yang terbaik untuk kita. Orang yang tidak bisa mempertahankan komitmen tidak layak untuk dijadikan istri. ”Tapi...”, sangkal dia. ”Kita harus tunjukan pengampunan.” Pernikahan bukan untuk pertunjukan, pernikahan adalah komitmen antara seorang laki-laki dan perempuan untuk sehidup semati menjalani hidup ini dan hanya maut, sekali lagi saya katakan hanya maut yang dapat memisahkan. Dan hasilnya adalah keturunan Ilahi yang akan mewarisi sifat-sifat yang baik dari pasangan suami-istri ini.
Kalau akhirnya seorang tetap menikah dengan pasangan yang sudah ’cacat’ dan hidupnya terus menerus dihantui kecurigaan terhadap kesetiaan istrinya, apakah pernikahan seperti ini yang diharapkan. Bayangkan perasaannya setiap kali melihat anak yang bukan dari keturunannya. Apakah ini takdir....? Apakah ini tidak dapat ditolak?
Pemakaian narkoba adalah pilihan hidup. Saya sempat melihat tayangan yang dibawa oleh Jeffy S. Tjandra tentang seorang wanita yang mengalami kanker hampir di setiap bagian tubuhnya. Di tengah-tengah tayangan tersebut, saya dan istri berdiskusi bahwa itulah buah yang dituai dari kehidupan masa mudanya yang dipenuhi oleh pesta narkoba. Memang Tuhan memberi pengampunan, tetapi apa yang telah ditabur lewat perbuatannya, harus tetap dituai, khususnya dalam hal pengelolaan tubuh. Apakah ini takdir bahwa ia harus menderita kanker pada masa tuanya?
Jadi, bagaimana jawaban Amsal mengenai takdir,” Segala ketakutan orang jahat akan menjadi kenyataan, demikian juga segala harapan orang baik.” Ini di-amini oleh Hukum Murphy, ”bahwa jika yang buruk bisa terjadi, itu akan terjadi.” Tapi Hukum ini dibantah oleh Amsal dengan kata-kata selanjutnya,”demikian juga segala harapan orang baik.” Seorang pernah berkata,”Saya tidak kuatir mengenai jodoh yang akan diberikan Tuhan. Kalau saya baik, saya pasti akan akan mendapatkan jodoh yang baik juga.” Tepat sekali, jawabannya adalah menjadi ”orang baik”, maka hal-hal yang buruk atau dengan kata lain takdir, tidak harus terjadi.
Saya tampilkan dua kriteria ”orang baik” yang dicatat oleh Amsal.
1. Tulus
”Allah melindungi orang yang tulus, tetapi membinasakan yang jahat.” Kalau sudah dilindungi Tuhan, apalagi hal-hal buruk yang dapat menimpa kita?
”Orang yang tulus dipimpin oleh kejujurannya; orang jahat akan jatuh terhimpit oleh beban dosanya.” Ketulusan melalui pimpinan kejujuran adalah jaminan seorang tidak akan terhimpit oleh takdir. Takdir/hasil buruk yang biasanya terjadi pada seseorang adalah akibat dari sekumpulan tindakan-tindakan kecil yang salah, setelah terkumpul sedemikian rupa akan menghasilkan buah yang buruk.
2. Murah Hati
Amsal berkat, ”Orang yang suka menolong orang lain dengan hartanya mungkin saja bertambah kaya. Tetapi orang kikir mungkin kehilangan segala-galanya. Ya, orang yang murah hati akan menjadi kaya! Dengan menyirami orang lain, ia menyirami diri sendiri.” Dengan kata lain, tidak ada nasib buruk bagi orang yang murah hati. Seperti ada yang pernah berkata bahwa kita hidup seperti orang yang bergandengan tangan mengelilingi dunia ini, setiap apa yang kita berikan ke orang lain, suatu ketika itu akan kembali menemui kita. Jadi, untuk apa takut akan takdir?
Akhirnya mari kita ucapkan ”Doa Yabes”, ”Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!"
Dan apa jawaban Tuhan,”Allah mengabulkan permintaannya itu.” Keinginan hati dari Pencipta kita adalah agar kita tidak mengalami takdir yang buruk. Tanamkan ini dalam hati, jadikan sebagai panduan dalam mengenal Dia lebih dalam.
Jadi takdir memang dapat ditolak lewat campur tangan Tuhan dan juga lewat campur tangan kita dalam memilih tindakan yang baik.
Salam Hikmat, Bijaksana Dalam Bertindak,
Ong Budi Setiawan.
www.klubamsal.com
Friday, October 16, 2009
Friday, October 31, 2008
Biarkan Dia Mati….
Hari-hari ini kita dikejutkan oleh banyak pembunuhan dengan mutilasi untuk menghilangkan jejak. Bagaimana jawaban Amsal mengenai hal ini?
Ada satu kisah yang bisa menggambarkan hal ini.
Suatu ketika, di daerah padang gurun ada suatu oase tempat para musafir yang mengambil air dan kadang beristirahat di sana. Hari ini ada seorang yang terburu-buru, setelah mengambil minum dia segera bergegas berangkat dan lupa membawa dompetnya. Setelah orang yang pertama pergi, datang seorang yang lain yang juga ingin mengambil minum di sana, setelah mengambil minum – dia melihat dompet yang penuh berisi uang. Karena dilihat tidak ada orang yang di sekitar situ, dia segera mengambilnya kemudian berangkat meneruskan perjalanannya. Setelah dia, ada lagi seorang yang kelihatan kelelahan, setelah sampai di situ, dia ambil minum dan langsung terlelap.
Kemudian datanglah si orang pertama yang kehilangan dompetnya, melihat seorang yang tertidur lelap di sana, dia langsung menuduh dia sebagai pengambil dompetnya. Karena orang ketiga tidak merasa mengambil dompetnya, dia tidak mengakuinya dan terjadilah perkelahian yang mengakibatkan si orang ketiga terbunuh. Apakah ini adil? Siapa yang salah dan siapa yang benar? Mengapa sampai terjadi pembunuhan?
Amsal berkata,”Begitulah nasib semua orang yang hidup dari kekerasan dan
pembunuhan. Mereka akan mati karena kekerasan.” 1:19 Setelah diselidiki ternyata diketahui bahwa orang pertama adalah seorang pencopet yang mengambil uang dari ayah orang kedua. Jadi uang itu kembali ke keluarga korban. Tapi bagaimana dengan orang ketiga? Orang ketiga adalah seorang buronan yang melarikan diri setelah melakukan pembunuhan. Seperti kata Amsal, seorang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan akan mati karena kekerasan. “Orang yang menanggung darah orang lain akan lari sampai ke liang kubur. Janganlah engkau menahannya!” 28:17 Kita tidak bisa menahan kematiannya. Biarkan dia mati…. Biarkan dia menanggung apa yang telah dia tabur.
Khusus saya menyoroti tentang mutilasi karena kekerasan dalam rumah tangga, bagi para suami – Ingat “semua orang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan (pembunuhan karakter/pelecehan/penjatuhan harga diri) akan mati karena kekerasan”. Istri adalah berkat dari Tuhan. “Orang yang mendapat seorang istri mendapat sesuatu yang baik. Istri adalah berkat yang diberikan TUHAN kepadanya.” 18:22 Jaga dan lindungi dia melebihi harta benda yang diberikan Tuhan kepada kita.
Satu lagi dari sisi yang lain, jika kita melihat seorang yang tidak bersalah tetapi dituduh melakukan pembunuhan dan hampir dihukum mati, apa tindakan kita? “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?”
24:11-12 Dia tidak layak mati .... Tidak sepantasnya dia menanggung apa yang tidak dia lakukan. (OBS)
Ada satu kisah yang bisa menggambarkan hal ini.
Suatu ketika, di daerah padang gurun ada suatu oase tempat para musafir yang mengambil air dan kadang beristirahat di sana. Hari ini ada seorang yang terburu-buru, setelah mengambil minum dia segera bergegas berangkat dan lupa membawa dompetnya. Setelah orang yang pertama pergi, datang seorang yang lain yang juga ingin mengambil minum di sana, setelah mengambil minum – dia melihat dompet yang penuh berisi uang. Karena dilihat tidak ada orang yang di sekitar situ, dia segera mengambilnya kemudian berangkat meneruskan perjalanannya. Setelah dia, ada lagi seorang yang kelihatan kelelahan, setelah sampai di situ, dia ambil minum dan langsung terlelap.
Kemudian datanglah si orang pertama yang kehilangan dompetnya, melihat seorang yang tertidur lelap di sana, dia langsung menuduh dia sebagai pengambil dompetnya. Karena orang ketiga tidak merasa mengambil dompetnya, dia tidak mengakuinya dan terjadilah perkelahian yang mengakibatkan si orang ketiga terbunuh. Apakah ini adil? Siapa yang salah dan siapa yang benar? Mengapa sampai terjadi pembunuhan?
Amsal berkata,”Begitulah nasib semua orang yang hidup dari kekerasan dan
pembunuhan. Mereka akan mati karena kekerasan.” 1:19 Setelah diselidiki ternyata diketahui bahwa orang pertama adalah seorang pencopet yang mengambil uang dari ayah orang kedua. Jadi uang itu kembali ke keluarga korban. Tapi bagaimana dengan orang ketiga? Orang ketiga adalah seorang buronan yang melarikan diri setelah melakukan pembunuhan. Seperti kata Amsal, seorang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan akan mati karena kekerasan. “Orang yang menanggung darah orang lain akan lari sampai ke liang kubur. Janganlah engkau menahannya!” 28:17 Kita tidak bisa menahan kematiannya. Biarkan dia mati…. Biarkan dia menanggung apa yang telah dia tabur.
Khusus saya menyoroti tentang mutilasi karena kekerasan dalam rumah tangga, bagi para suami – Ingat “semua orang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan (pembunuhan karakter/pelecehan/penjatuhan harga diri) akan mati karena kekerasan”. Istri adalah berkat dari Tuhan. “Orang yang mendapat seorang istri mendapat sesuatu yang baik. Istri adalah berkat yang diberikan TUHAN kepadanya.” 18:22 Jaga dan lindungi dia melebihi harta benda yang diberikan Tuhan kepada kita.
Satu lagi dari sisi yang lain, jika kita melihat seorang yang tidak bersalah tetapi dituduh melakukan pembunuhan dan hampir dihukum mati, apa tindakan kita? “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?”
24:11-12 Dia tidak layak mati .... Tidak sepantasnya dia menanggung apa yang tidak dia lakukan. (OBS)
Friday, August 29, 2008
Sex Yang Lebih Manis
Menurut Anda, mana yang lebih nikmat, sex yang legal (dalam pernikahan) atau sex secara sembunyi-sembunyi (selingkuh, poligami, dsb)? Kalau jawaban Anda yang secara tidak legal lebih manis, berarti Anda jujur. Ini juga yang dikatakan Amsal, 9:17 "Air dari sumur orang lain lebih manis rasanya dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lebih nikmat!"
Dalam dua bulan ini saya menghadiri pemakaman tiga orang, tetapi yang terakhir ini paling menyedihkan. Mati karena AIDS, mati dengan menanggung rasa malu. Saya tahu dia tidak menggunakan narkoba, karena dia hobi olah raga. Dan dia meninggal karena menikmati yang lebih manis itu. Amsal juga bicara, 5:3 "Karena bibir seorang pelacur semanis madu, dan cumbu rayu adalah senjatanya."
Tapi biasanya mereka melupakan yang ini, 5:4 "tetapi kemudian ia menjadi pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang bermata dua."
Dan akhirnya dibawa ke mana? 5:5 "Ia (pelacur) membawa engkau kepada maut dan neraka."
Menurut saya, menikmati yang terlalu manis tidak baik. Harga yang dibayar tidak sebanding dengan kenikmatan sesaat. Seperti tuntunan Amsal, tujukan dan arahkan gairahmu hanya pada seseorang, yaitu istrimu sendiri. 5:18-19 "Biarlah kejantananmu menjadi berkat; bersukacitalah atas istri masa mudamu."
Selamat bersukacita! (OBS)
Dalam dua bulan ini saya menghadiri pemakaman tiga orang, tetapi yang terakhir ini paling menyedihkan. Mati karena AIDS, mati dengan menanggung rasa malu. Saya tahu dia tidak menggunakan narkoba, karena dia hobi olah raga. Dan dia meninggal karena menikmati yang lebih manis itu. Amsal juga bicara, 5:3 "Karena bibir seorang pelacur semanis madu, dan cumbu rayu adalah senjatanya."
Tapi biasanya mereka melupakan yang ini, 5:4 "tetapi kemudian ia menjadi pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang bermata dua."
Dan akhirnya dibawa ke mana? 5:5 "Ia (pelacur) membawa engkau kepada maut dan neraka."
Menurut saya, menikmati yang terlalu manis tidak baik. Harga yang dibayar tidak sebanding dengan kenikmatan sesaat. Seperti tuntunan Amsal, tujukan dan arahkan gairahmu hanya pada seseorang, yaitu istrimu sendiri. 5:18-19 "Biarlah kejantananmu menjadi berkat; bersukacitalah atas istri masa mudamu."
Selamat bersukacita! (OBS)
Wednesday, June 25, 2008
Pelayan - Cuka bagi Gigi dan Asap bagi Mata
Cuka tidak baik bagi gigi, karena gigi terbuat dari kalsium dan kalsium akan larut dalam asam. Kita merasa ngilu ketika makan mangga muda karena asam dalam mangga berusaha mengoyak gigi. Asap tidak digunakan untuk mencuci mata, reaksi normal mata ketika terkena asap adalah mengeluarkan air mata. Kita ingat ada gas air mata, gas yang merangsang keluarnya air mata yang biasa digunakan untuk membuat pendemo tidak nyaman dan meninggalkan demonstrasinya.
Tetapi Amsal 10:26 menyatakan "Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya." Kecenderungan hati manusia adalah berbuat yang tidak baik. Hukum Quantum ke-2 menyatakan bahwa apa pun yang diam dan tidak melawan daya tarik pengrusakan akan menuju kehancuran. Dengan kata lain, semua makhluk berjalan dalam eskalator yang bergerak turun menuju titik kerusakan, hanya usaha secara sadar untuk bergerak ke depan yang dapat mengatasi hal tersebut.
Hubungan pekerja dan majikan adalah hubungan yang unik. Bukan hubungan seperti orang tua dan anaknya, bukan juga hubungan seperti budak dan tuannya. Hubungan dimulai ketika seseorang membutuhkan tenaga dan keahlian dari orang yang lain dan orang ini setuju untuk mendapat upah sebesar yang dijanjikan yang mempekerjakannya. Nah, di saat setelah ini bagaimana cara untuk tidak menjadi cuka dan asap?
Pertama: Buang Kemalasan ganti dengan Kerajinan. Amsal 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. Ingat hukum Quantum tadi, dengan bermalas-malas kita sudah jadi saudara (teman sehati dan sejiwa) dari si perusak yang akan membuat kita rusak juga. Sedangkan di Amsal 12:27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. Orang rajin yang mendapatkan harta yang berharga, sesuatu yang diburu oleh orang malas.
Kedua: Cakap dalam pekerjaan. Dalam Amsal 22:29 mengatakan,"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina." Cakap adalah keahlian yang sudah sangat terlatih dalam bidang yang dipercayakan kepadanya. Kecakapan harus dilatih dan dikembangkan, ingat sesuatu yang tidak diasah, akan tumpul. Dalam kitabnya yang lain Salomo menyatakan, "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat." Diperlukan energi dan fokus yang besar untuk menjadi cakap atau seorang ahli. (Baca posting sebelumnya Mastery in Life).
Ketiga: Ini untuk majikan, Amsal 29:21 Apabila seorang pelayan dimanjakan sejak kecil, maka akhirnya ia akan ingin diperlakukan sebagai anak. Pelayan yang dimanjakan akan minta perlakuan seperti anak kita. Pelayan adalah pelayan, bukan anak. Perlakukan mereka seperti pekerja untuk kita, bukan sebagai anak. Ide positifnya adalah dengan memperlakukan seorang pekerja sebagai pekerja, mereka akan terpacu untuk berprestasi dan menjadi maju dalam bidangnya. Berikan target yang masuk akal, bonus untuk setiap apa yang dia capai melebihi target yang kita tetapkan.
Terakhir untuk majikan dan pelayan: Amsal 21:1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Untuk pekerja, memiliki kepekaan untuk mengetahui ke mana arah yang akan dituju oleh tuannya. Sedangkan untuk majikan, memiliki kepekaan mengenai pekerja yang mana yang layak untuk dialirkan promosi atau bonus. Ini akan menciptakan aliran yang seirama antara pekerja dan tuannya. Dan kesatuan ini akan membuat kita dapat melakukan segala sesuatu dengan hasil yang memuaskan. Kejadian 11:6 Tuhan berfirman, "Lihatlah! Jika sekarang ini, pada waktu mereka baru mulai memanfaatkan persatuan bahasa dan bangsa, mereka sudah sanggup menyelesaikan semua ini, bayangkan apa yang akan dilakukan mereka kemudian hari. Segala apa pun dapat mereka capai! (OBS).
Tetapi Amsal 10:26 menyatakan "Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya." Kecenderungan hati manusia adalah berbuat yang tidak baik. Hukum Quantum ke-2 menyatakan bahwa apa pun yang diam dan tidak melawan daya tarik pengrusakan akan menuju kehancuran. Dengan kata lain, semua makhluk berjalan dalam eskalator yang bergerak turun menuju titik kerusakan, hanya usaha secara sadar untuk bergerak ke depan yang dapat mengatasi hal tersebut.
Hubungan pekerja dan majikan adalah hubungan yang unik. Bukan hubungan seperti orang tua dan anaknya, bukan juga hubungan seperti budak dan tuannya. Hubungan dimulai ketika seseorang membutuhkan tenaga dan keahlian dari orang yang lain dan orang ini setuju untuk mendapat upah sebesar yang dijanjikan yang mempekerjakannya. Nah, di saat setelah ini bagaimana cara untuk tidak menjadi cuka dan asap?
Pertama: Buang Kemalasan ganti dengan Kerajinan. Amsal 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. Ingat hukum Quantum tadi, dengan bermalas-malas kita sudah jadi saudara (teman sehati dan sejiwa) dari si perusak yang akan membuat kita rusak juga. Sedangkan di Amsal 12:27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. Orang rajin yang mendapatkan harta yang berharga, sesuatu yang diburu oleh orang malas.
Kedua: Cakap dalam pekerjaan. Dalam Amsal 22:29 mengatakan,"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina." Cakap adalah keahlian yang sudah sangat terlatih dalam bidang yang dipercayakan kepadanya. Kecakapan harus dilatih dan dikembangkan, ingat sesuatu yang tidak diasah, akan tumpul. Dalam kitabnya yang lain Salomo menyatakan, "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat." Diperlukan energi dan fokus yang besar untuk menjadi cakap atau seorang ahli. (Baca posting sebelumnya Mastery in Life).
Ketiga: Ini untuk majikan, Amsal 29:21 Apabila seorang pelayan dimanjakan sejak kecil, maka akhirnya ia akan ingin diperlakukan sebagai anak. Pelayan yang dimanjakan akan minta perlakuan seperti anak kita. Pelayan adalah pelayan, bukan anak. Perlakukan mereka seperti pekerja untuk kita, bukan sebagai anak. Ide positifnya adalah dengan memperlakukan seorang pekerja sebagai pekerja, mereka akan terpacu untuk berprestasi dan menjadi maju dalam bidangnya. Berikan target yang masuk akal, bonus untuk setiap apa yang dia capai melebihi target yang kita tetapkan.
Terakhir untuk majikan dan pelayan: Amsal 21:1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Untuk pekerja, memiliki kepekaan untuk mengetahui ke mana arah yang akan dituju oleh tuannya. Sedangkan untuk majikan, memiliki kepekaan mengenai pekerja yang mana yang layak untuk dialirkan promosi atau bonus. Ini akan menciptakan aliran yang seirama antara pekerja dan tuannya. Dan kesatuan ini akan membuat kita dapat melakukan segala sesuatu dengan hasil yang memuaskan. Kejadian 11:6 Tuhan berfirman, "Lihatlah! Jika sekarang ini, pada waktu mereka baru mulai memanfaatkan persatuan bahasa dan bangsa, mereka sudah sanggup menyelesaikan semua ini, bayangkan apa yang akan dilakukan mereka kemudian hari. Segala apa pun dapat mereka capai! (OBS).
KENYATAAN - KEBIJAKSANAAN - MASTERY IN LIFE
Hidup dalam kenyataan, hidup dalam kebijaksanaan atau dengan kata lain mastery in life. Dalam training mengenai mastery in life (menjadi ahli dalam kehidupan), saya diajar bagaimana hidup pada saat ini dengan kata lain terhubung dengan keadaan saat ini. Untuk mendapatkan 100% kekuatan dalam hidup ini, kita harus berada tepat di mana kita ada saat ini.
Pencuri terbesar dalam kekuatan hidup manusia adalah kekuatiran akan masa depan dan rasa bersalah dan penyesalan terhadap masa lalu. Dalam sesi konseling, saya sering mendengar seorang yang berumur di atas 30 tahun masih mengatakan bahwa hidupnya tidak sukses karena masa kecilnya tidak bahagia ada yang menyalahkan orang tuanya yang tidak mampu menyekolahkan dia sampai sarjana. Mereka hidup di masa lalu, dan energi untuk hidup di saat ini dihabiskan untuk menyesali masa lalu yang sudah tidak dapat diubah lagi. Dan anehnya ada juga yang tidak berani melangkah menuju perubahan di masa depan karena kuatir terhadap masa itu.
Dalam Amsal 1:22 mengatakan "Berapa lama lagi kamu akan mencemoohkan kebijaksanaan dan melawan kenyataan?" Dengan kata lain, sewaktu kita hidup dalam bayang-bayang masa lalu dan ketakutan akan masa depan, kita mencemooh kebijaksanaan bahkan melawan kenyataan. Untuk memperoleh yang terbaik dalam hidup kita harus menggunakan 100% energi kita untuk melakukan hal-hal yang produktif. Caranya adalah dengan fokus melakukan satu hal dalam satu satuan waktu sehingga didapat hasil secara efektif dan efisien.
Salah satu buku mengajarkan mengenai Power of Hour, maksudnya tiap satuan jam digunakan secara optimal. Ide ini seperti dalam Alkitab yaitu "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Mazmur 90:12. Satu jam yang digunakan optimal lebih berharga daripada satu harian tetapi pikiran kita ditarik ke masa lalu atau masa yang akan datang. (OBS)
Pencuri terbesar dalam kekuatan hidup manusia adalah kekuatiran akan masa depan dan rasa bersalah dan penyesalan terhadap masa lalu. Dalam sesi konseling, saya sering mendengar seorang yang berumur di atas 30 tahun masih mengatakan bahwa hidupnya tidak sukses karena masa kecilnya tidak bahagia ada yang menyalahkan orang tuanya yang tidak mampu menyekolahkan dia sampai sarjana. Mereka hidup di masa lalu, dan energi untuk hidup di saat ini dihabiskan untuk menyesali masa lalu yang sudah tidak dapat diubah lagi. Dan anehnya ada juga yang tidak berani melangkah menuju perubahan di masa depan karena kuatir terhadap masa itu.
Dalam Amsal 1:22 mengatakan "Berapa lama lagi kamu akan mencemoohkan kebijaksanaan dan melawan kenyataan?" Dengan kata lain, sewaktu kita hidup dalam bayang-bayang masa lalu dan ketakutan akan masa depan, kita mencemooh kebijaksanaan bahkan melawan kenyataan. Untuk memperoleh yang terbaik dalam hidup kita harus menggunakan 100% energi kita untuk melakukan hal-hal yang produktif. Caranya adalah dengan fokus melakukan satu hal dalam satu satuan waktu sehingga didapat hasil secara efektif dan efisien.
Salah satu buku mengajarkan mengenai Power of Hour, maksudnya tiap satuan jam digunakan secara optimal. Ide ini seperti dalam Alkitab yaitu "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Mazmur 90:12. Satu jam yang digunakan optimal lebih berharga daripada satu harian tetapi pikiran kita ditarik ke masa lalu atau masa yang akan datang. (OBS)
Bagaimana memulai suatu usaha? Rumput Gunung!
Selama bertahun-tahun saya pelajari kitab Amsal, ada bagian yang sukar sekali untuk dimengerti. "Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan,
maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan."
Di sini ada rumput, tunas muda, rumput gunung, domba, kambing, ladang, pelayan yang sepertinya menjadi fokus dari ayat ini. Ternyata ini adalah jalan menuju kemakmuran yang ditaruh secara tersembunyi oleh Salomo. Ini adalah cara untuk memulai suatu usaha. Mari kita bahas satu persatu:
1. rumput menghilang, tunas muda nampak, rumput gunung dikumpulkan.
Ini berbicara mengenai Trend. Trend di dunia ini seperti rumput, dia akan kelihatan segar sewaktu muncul dan akan segera mengering ditelan waktu. Mengapa harus mengambil rumput gunung? Saya ingat sewaktu pertama kali muncul pisang goreng Pontia, saya harus antri untuk membeli pisang goreng - yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sewaktu meledak, semua orang akan ikut hanyut dalam arus pisang goreng, tetapi jika ini bukan bidang kita, berarti belum saat-nya kita turun gunung. Terus siapkan rumput gunung yang akan kita buat trend di saat yang tepat.
Waktu trend mulai mengering, maka akan ada tunas muda / trend yang muncul. Saat kita mulai melihat trend yang mulai bergerak, segera keluarkan rumput-rumput gunung yang telah kita persiapkan sebelumnya. Sewaktu trend membuka TK & Playgroup di lokasi kami, saya lihat tunas mulai muncul, yaitu pembukaan cluster-cluster baru di lokasi kami yang laris manis. Keluarga muda pasti akan punya anak-anak kecil. Segera kami cari lokasi strategis untuk memulai sekolah kami. Perlu diketahui bahwa rumput gunung kami telah disiapkan jauh sebelum kami tinggal di lokasi sekarang. Jadi ketika trend mulai muncul, kami telah siap dan segera bertindak.
2. domba-domba muda & kambing-kambing jantan
Dari rumput gunung menghasilkan domba-domba muda dan dari domba-domba tersebut, setelah mereka menjadi dewasa, menghasilkan susu dan woll, yang dijual untuk membeli kambing jantan. Kambing-kambing jantan yang dewasa juga menghasilkan susu yang bisa dijual dan kambing ini bisa untuk membeli ladang.
Dari penjelasan di atas, saya rasa Saudara dapat mengerti apa yang saya maksudkan. Sewaktu trend terjadi dan keuntungan melimpah ruah, inilah saatnya untuk menabur di bidang yang lain. Dengan modal yang didapat, tanamkan sebagian besar ke dalam usaha yang pasti menguntungkan, dan gunakan hanya sebagian kecil untuk keperluan hidup (makanan & pakaian). Jangan beli rumah dulu (ingat pembahasan kembangkan dulu usahamu baru dirikan rumahmu).
Inilah efek bola salju dalam investasi. Semua orang yang berhasil dalam masalah keuangan menggunakan prinsip ini. Tabur sebanyak-banyaknya, untuk dapat menuai sebanyak-banyaknya. Lupakan prinsip ilmu ekonomi yang mengajarkan bahwa dengan menggunakan modal sekecil-kecilnya untuk meraup untung sebesar-besarnya. Tabur seberapa besar yang bisa kita tabur. Maka kita akan menuai lebih besar daripada orang yang menabur biasa-biasa saja.
Lihat bahwa selalu mulai invest pada sesuatu yang pasti untung, dalam jaman Salomo adalah domba dan kambing, dalam jaman kita bisa berarti properti dan perdagangan. Bisnis properti, pasti menguntungkan asal lokasi-nya bagus dan surat-surat lengkap. Dan ini resiko-nya sangat kecil, walaupun memang perputarannya agak lambat. Satu lagi bidang yang tidak pernah rugi adalah perdagangan. Tapi ingat prinsip 'keuntungan yang didapat harus ditanamkan kembali' dan 'hanya sebagian kecil yang diambil untuk makan'.
Dalam masalah dagang, saya belajar dari Papa, sebagai pedagang sejati, hampir tidak pernah membeli barang mewah dalam hidupnya. Motor vespa yang terakhir dia jual berumur lebih dari 15 tahun. 'Barang mewah' yang dia punya adalah televisi 29" yang dia beli beberapa tahun lalu untuk menggantikan TV yang sudah rusak karena umur. Selalu keuntungannya dimasukkan kembali menjadi modal. Tokonya dimulai dari satu los kecil dan sekarang dia memiliki 7 los dan 2 gudang.
Kemudian yang terakhir kita akan bahas yaitu:
3. pelayan
Kita lihat bahwa pelayan ditampilkan paling akhir. Mengapa? Karena untuk memulai usaha sendiri, kita harus terjun langsung. Kita yang harus berpikir dan bergerak dalam menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dan juga penggunaan pelayan/pegawai dalam awal-awal masa perintisan akan mengurangi keuntungan yang kita dapatkan dan ini berakibat kurangnya penghasilan yang dapat kita tanamkan kembali menjadi modal.
Pegawai yang baik sukar dicari, dan memang sewaktu usaha kita semakin membesar (ingat efek bola salju), maka kite perlu mempekerjakan orang lain. Kita sebagai pengusaha yang menentukan arah usaha kita, dan pegawai kita yang menjalankannya hari demi hari.
Sewaktu berdiskusi dengan teman saya yang punya bisnis kosmetik, dia menyatakan bahwa yang paling susah adalah cari lokasi dan modal usaha, tetapi saya membantah bahwa yang paling sukar adalah mencari orang kepercayaan, yang ke dalam tangan-nya kita percayakan maju atau tidak-nya usaha kita. Dan sewaktu dia buka toko, dia terpaksa mempekerjakan mama mertuanya karena tidak berhasil mendapatkan karyawan yang baik.
Saya rasa ide mengenai pelayan saya cukupkan sampai di sini. Kita akan bahas lebih dalam lagi dalam topik mengenai "Pelayan - Cuka bagi Gigi dan Asap bagi Mata".
Selamat bergabung dalam Klub Amsal.(OBS)
maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan."
Di sini ada rumput, tunas muda, rumput gunung, domba, kambing, ladang, pelayan yang sepertinya menjadi fokus dari ayat ini. Ternyata ini adalah jalan menuju kemakmuran yang ditaruh secara tersembunyi oleh Salomo. Ini adalah cara untuk memulai suatu usaha. Mari kita bahas satu persatu:
1. rumput menghilang, tunas muda nampak, rumput gunung dikumpulkan.
Ini berbicara mengenai Trend. Trend di dunia ini seperti rumput, dia akan kelihatan segar sewaktu muncul dan akan segera mengering ditelan waktu. Mengapa harus mengambil rumput gunung? Saya ingat sewaktu pertama kali muncul pisang goreng Pontia, saya harus antri untuk membeli pisang goreng - yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sewaktu meledak, semua orang akan ikut hanyut dalam arus pisang goreng, tetapi jika ini bukan bidang kita, berarti belum saat-nya kita turun gunung. Terus siapkan rumput gunung yang akan kita buat trend di saat yang tepat.
Waktu trend mulai mengering, maka akan ada tunas muda / trend yang muncul. Saat kita mulai melihat trend yang mulai bergerak, segera keluarkan rumput-rumput gunung yang telah kita persiapkan sebelumnya. Sewaktu trend membuka TK & Playgroup di lokasi kami, saya lihat tunas mulai muncul, yaitu pembukaan cluster-cluster baru di lokasi kami yang laris manis. Keluarga muda pasti akan punya anak-anak kecil. Segera kami cari lokasi strategis untuk memulai sekolah kami. Perlu diketahui bahwa rumput gunung kami telah disiapkan jauh sebelum kami tinggal di lokasi sekarang. Jadi ketika trend mulai muncul, kami telah siap dan segera bertindak.
2. domba-domba muda & kambing-kambing jantan
Dari rumput gunung menghasilkan domba-domba muda dan dari domba-domba tersebut, setelah mereka menjadi dewasa, menghasilkan susu dan woll, yang dijual untuk membeli kambing jantan. Kambing-kambing jantan yang dewasa juga menghasilkan susu yang bisa dijual dan kambing ini bisa untuk membeli ladang.
Dari penjelasan di atas, saya rasa Saudara dapat mengerti apa yang saya maksudkan. Sewaktu trend terjadi dan keuntungan melimpah ruah, inilah saatnya untuk menabur di bidang yang lain. Dengan modal yang didapat, tanamkan sebagian besar ke dalam usaha yang pasti menguntungkan, dan gunakan hanya sebagian kecil untuk keperluan hidup (makanan & pakaian). Jangan beli rumah dulu (ingat pembahasan kembangkan dulu usahamu baru dirikan rumahmu).
Inilah efek bola salju dalam investasi. Semua orang yang berhasil dalam masalah keuangan menggunakan prinsip ini. Tabur sebanyak-banyaknya, untuk dapat menuai sebanyak-banyaknya. Lupakan prinsip ilmu ekonomi yang mengajarkan bahwa dengan menggunakan modal sekecil-kecilnya untuk meraup untung sebesar-besarnya. Tabur seberapa besar yang bisa kita tabur. Maka kita akan menuai lebih besar daripada orang yang menabur biasa-biasa saja.
Lihat bahwa selalu mulai invest pada sesuatu yang pasti untung, dalam jaman Salomo adalah domba dan kambing, dalam jaman kita bisa berarti properti dan perdagangan. Bisnis properti, pasti menguntungkan asal lokasi-nya bagus dan surat-surat lengkap. Dan ini resiko-nya sangat kecil, walaupun memang perputarannya agak lambat. Satu lagi bidang yang tidak pernah rugi adalah perdagangan. Tapi ingat prinsip 'keuntungan yang didapat harus ditanamkan kembali' dan 'hanya sebagian kecil yang diambil untuk makan'.
Dalam masalah dagang, saya belajar dari Papa, sebagai pedagang sejati, hampir tidak pernah membeli barang mewah dalam hidupnya. Motor vespa yang terakhir dia jual berumur lebih dari 15 tahun. 'Barang mewah' yang dia punya adalah televisi 29" yang dia beli beberapa tahun lalu untuk menggantikan TV yang sudah rusak karena umur. Selalu keuntungannya dimasukkan kembali menjadi modal. Tokonya dimulai dari satu los kecil dan sekarang dia memiliki 7 los dan 2 gudang.
Kemudian yang terakhir kita akan bahas yaitu:
3. pelayan
Kita lihat bahwa pelayan ditampilkan paling akhir. Mengapa? Karena untuk memulai usaha sendiri, kita harus terjun langsung. Kita yang harus berpikir dan bergerak dalam menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dan juga penggunaan pelayan/pegawai dalam awal-awal masa perintisan akan mengurangi keuntungan yang kita dapatkan dan ini berakibat kurangnya penghasilan yang dapat kita tanamkan kembali menjadi modal.
Pegawai yang baik sukar dicari, dan memang sewaktu usaha kita semakin membesar (ingat efek bola salju), maka kite perlu mempekerjakan orang lain. Kita sebagai pengusaha yang menentukan arah usaha kita, dan pegawai kita yang menjalankannya hari demi hari.
Sewaktu berdiskusi dengan teman saya yang punya bisnis kosmetik, dia menyatakan bahwa yang paling susah adalah cari lokasi dan modal usaha, tetapi saya membantah bahwa yang paling sukar adalah mencari orang kepercayaan, yang ke dalam tangan-nya kita percayakan maju atau tidak-nya usaha kita. Dan sewaktu dia buka toko, dia terpaksa mempekerjakan mama mertuanya karena tidak berhasil mendapatkan karyawan yang baik.
Saya rasa ide mengenai pelayan saya cukupkan sampai di sini. Kita akan bahas lebih dalam lagi dalam topik mengenai "Pelayan - Cuka bagi Gigi dan Asap bagi Mata".
Selamat bergabung dalam Klub Amsal.(OBS)
Tuesday, June 17, 2008
Beli Rumah atau Memulai Usaha Dulu?
Pertanyaan yang sering timbul dalam hati dan kadang tidak bisa diungkapkan adalah mengenai "beli rumah atau memulai usaha?"
Ternyata di kitab Amsal, ada penjelasan mengenai masalah ini:
24:27 Kembangkanlah dahulu usahamu sebelum engkau membangun rumah.
Sayangnya saya belajar cukup mahal mengenai hal ini.
Di mulai di tahun 1997, setelah cukup mapan, saya beli rumah di daerah Tangerang.
Dan di tahun 1998, terjadi krisis moneter dan bank yang menjamin dilikuidasi.
Akhirnya saya kehilangan rumah tersebut.
Padahal waktu itu teman saya bekerja di bank swasta yang lain, dan dia menawarkan untuk investasi di dolar Amerika. (Bayangkan total uang saya sewaktu dolar menjadi 15 ribu dari 2 ribu)
Tuhan menjelaskan Kembangkan dahulu usahamu, bukan kembangkan dulu rumahmu.
Akhirnya saya menikah dengan tidak punya rumah alias kontraktor (ngontrak rumah).
Tetapi sejak itu, saya belajar untuk mengembangkan usaha saya.
Apakah yang perlu dikembangkan pertama kali sebelum memulai usaha?
Kembangkan diri sendiri.... Kembangkan kekuatan Anda.
Ada 5 kekuatan yang saya pelajari sebelum memulai usaha:
1. Kekuatan Posisi
2. Kekuatan Pengetahuan
3. Kekuatan Tugas
4. Kekuatan Hubungan
5. Kekuatan Kepribadian
Untuk kekuatan pengetahuan, saya ambil kursus bahasa Inggris, karena saya merasa kekurangan saya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Untuk hal yang lain, kebanyakan saya pelajari dalam berorganisasi dalam gereja. (seperti Leadership Training dari John Maxwell, etc).
Akhirnya saya berhasil masuk ke perusahaan asing yang terdaftar dalam Fortune 500.
Cerita di atas mengenai usaha/bekerja di kantor, sedangkan usaha yang kami mulai di rumah adalah usaha kecil-kecilan, istriku memulai bisnis kosmetik di rumahan dengan membuka kios di emperan Indomaret dan Omi. Ini untuk melatih kemampuannya berbisnis.
Setelah berhasil dan memang waktu itu kami harus pindah rumah, kami berikan usaha itu ke pembantu kami.
Kemudian di rumah yang baru, kami memulai KB dan TK Happy Holy Kids di Graha Raya.
Oke sampai di sini dulu, silahkan join KlubAmsal@yahoogroups.com.
Ternyata di kitab Amsal, ada penjelasan mengenai masalah ini:
24:27 Kembangkanlah dahulu usahamu sebelum engkau membangun rumah.
Sayangnya saya belajar cukup mahal mengenai hal ini.
Di mulai di tahun 1997, setelah cukup mapan, saya beli rumah di daerah Tangerang.
Dan di tahun 1998, terjadi krisis moneter dan bank yang menjamin dilikuidasi.
Akhirnya saya kehilangan rumah tersebut.
Padahal waktu itu teman saya bekerja di bank swasta yang lain, dan dia menawarkan untuk investasi di dolar Amerika. (Bayangkan total uang saya sewaktu dolar menjadi 15 ribu dari 2 ribu)
Tuhan menjelaskan Kembangkan dahulu usahamu, bukan kembangkan dulu rumahmu.
Akhirnya saya menikah dengan tidak punya rumah alias kontraktor (ngontrak rumah).
Tetapi sejak itu, saya belajar untuk mengembangkan usaha saya.
Apakah yang perlu dikembangkan pertama kali sebelum memulai usaha?
Kembangkan diri sendiri.... Kembangkan kekuatan Anda.
Ada 5 kekuatan yang saya pelajari sebelum memulai usaha:
1. Kekuatan Posisi
2. Kekuatan Pengetahuan
3. Kekuatan Tugas
4. Kekuatan Hubungan
5. Kekuatan Kepribadian
Untuk kekuatan pengetahuan, saya ambil kursus bahasa Inggris, karena saya merasa kekurangan saya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Untuk hal yang lain, kebanyakan saya pelajari dalam berorganisasi dalam gereja. (seperti Leadership Training dari John Maxwell, etc).
Akhirnya saya berhasil masuk ke perusahaan asing yang terdaftar dalam Fortune 500.
Cerita di atas mengenai usaha/bekerja di kantor, sedangkan usaha yang kami mulai di rumah adalah usaha kecil-kecilan, istriku memulai bisnis kosmetik di rumahan dengan membuka kios di emperan Indomaret dan Omi. Ini untuk melatih kemampuannya berbisnis.
Setelah berhasil dan memang waktu itu kami harus pindah rumah, kami berikan usaha itu ke pembantu kami.
Kemudian di rumah yang baru, kami memulai KB dan TK Happy Holy Kids di Graha Raya.
Oke sampai di sini dulu, silahkan join KlubAmsal@yahoogroups.com.
Subscribe to:
Posts (Atom)
